Bengkel Artis Bantur, Tempat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berkreasi

0
Perawatan ODGJ - Komunitas Cangkir Cukur asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/11) melayani cukur gratis bagi Rohman (kiri) dan Rohim (kanan), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bengkel Artis Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Bengkel Artis merupakan tempat ODGJ di wilayah Puskesmas Bantur berkumpul dan beraktivitas bersama-sama. Kompas/Dahlia Irawati (DIA) 17-11-2017

Orang Dengan Gangguan Jiwa atau biasa disingkat dengan ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan mental yang mempengaruhi keseimbangan kimiawi dan mempengaruhi otak penderitanya. Beberapa contoh penyakit gangguan mental diantaranya depresi, OCD, gangguan kecemasan, bipolar, gangguan stres pasca trauma (PTSD), skizofrenia dan sebagainya.

Gejala yang dialami penderita gangguan jiwa yang sudah berat biasanya ditandai dengan penderitanya berlaku tidak wajar,seperti bicara sendiri, berteriak, ketakutan berlebih, menangis, atau bahkan dapat mengamuk yang bersifat menghancurkan atau destruktif. Tidak jarang para ODGJ di Indonesia mengalami hal-hal yang tidak manusiawi karena dianggap  aneh dan melabeli ODGJ dengan embel-embel “orang gila”, sehingga para ODGJ seringkali diasingkan dari orang-orang terdekat mereka.

Tidak terkecuali di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Di daerah ini para ODGJ dijauhi oleh masyarakat, bahkan keluarga sendiri memasung para ODGJ dan memperlakukannya secara tidak layak.

Berawal dari Melihat Perempuan yang Dipasung

Suatu ketika, Soebagijono yang merupakan perawat dari Puskesmas Bantur sedang mengadakan kunjungan ke Desa Sumber Bening Kecamatan Bantur untuk penyuluhan dan layanan kesehatan seputar demam berdarah. Ia tak sengaja melihat seorang perempuan yang tengah dipasung dan terpaksa meminum air seni dan memakan kotorannya sendiri.

Peristiwa tersebut membuka mata Soebagijono dan bertekad untuk membebaskan ODGJ dari pemasungan. Ia pulang dengan tekat tersebut dan kembali melakukan observasi untuk melihat kenapa ODGJ diperlakukan seperti itu. Pada akhirnya ia bertekad untuk membebaskan para ODGJ dari stigma negatif dengan membentuk inovasi pemberdayaan masyarakat.

Inovasi pemberdayaan masyarakat dengan gangguan jiwa ini telah melalui jalan yang panjang. Tahun 2011 Soebagijono melakukan sosialisasi terus menerus tentang stigma yang salah terhadap ODGJ dengan membentuk kader jiwa. Hasilnya pun baru terlihat di 2012 sebanyak 8 orang ODGJ bebas dari pemasungan. Lambat laun stigma masyarakat pun juga ikut berubah dan lebih peduli terhadap ODGJ.

Bengkel Artis oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Melepaskan ODGJ dari pemasungan tidak cukup membuat Soebagijono merasa puas, Ia berharap bahwa ODGJ juga dapat berdaya hidup walaupun dengan kondisi kejiwaan yang istimewa. Ia pun mencari cara untuk itu, maka terciptalah Bengkel Artis.

Daerah Bantur melalui Soebagijono merehabilitasi ODGJ dengan melatih kreatifitas mereka agar lebih produktif melalui Inovasi Bengkel Artis atau Kreatif, Inspiratif, Inovatif, dan Suportif. Di tempat ini para ODGJ direhabilitasi dengan kegiatan bernyanyi dan bermain. Tidak hanya itu, kreatifitas mereka diasah agar lebih produktif melalui kegiatan seperti membuat berbagai macam kerajinan tangan, yang kemudian dijual dan keuntungannya digunakan untuk menutupi biaya pengobatan ODGJ.

Perjuangan Soebagijono sejak tahun 2011 telah memberi dampak sangat besar bagi kehidupan banyak orang. Setidaknya, lebih dari 18 ODGJ telah ia bebaskan dari pemasungan dan diberdayakan kembali lewat berbagai kegiatan di Bengkel Artis yang ia dirikan ini.

Bengkel Artis ini tidak berjalan sendirian, ada beberapa stakeholder yang membantu pelaksanaanya, mulai dari Pemerintah Kabupaten Malang, Puskesmas Bantur hingga masyarakat setempat maupun luar daerah. Inovasi Bengkel Artis ini telah diakui oleh Kementrian Kesehatan dengan diberikannya penghargaan atas kepedulian terhadap kesehatan jiwa pada tahun 2014. Selain itu, Bengkel Artis juga dinominasikan di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) pada 2016.

Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih berarti kepada para penyandang kejiwaan istimewa dan dapat memotivasi daerah lain agar lebih peduli terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan memberikan mereka tempat untuk mengembangkan potensi dalam diri mereka sendiri.

Author: PutriAb