Dampak Negatif Pembangunan Desa Wisata

0

Pada umumnya, pembangunan Desa Wisata bertujuan untuk memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan serta meningkatkan mutu suatu daya tarik wisata. Dalam pembangunan suatu destinasi atau daya tarik wisata dapat dilakukan dengan memperhatikan kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup serta kelangsungan usaha pariwisata itu sendiri. Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa wisata telah menjadi salah satu tumpuan harapan manusia modern untuk memenuhi salah satu kebutuhannya.

Pembangunan desa wisata juga memberikan banyak sekali manfaat yang dapat diberikan oleh pengembangan sektor industri pariwisata. Pariwisata memberikan manfaat bagi setiap manusia, karena pariwisata dapat melepas penat dalam aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu manusia membutuhkan dunia pariwisata karena pariwisata dapat menyegarkan pikiran.

Selain manfaat positif dari pembangunan desa wisata, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan dari proses berkembangnya pembangunan desa wisata.

Berikut ini dampak negatif pembangunan desa wisata yang perlu diperhatikan:

  • Sosial Ekonomi

Meski secara otomatis menaikkan perekonomian masyarakat, namun secara pemerataan ekonomi lazimnya belum menyentuh secara menyeluruh alias hanya beberapa orang saja yang mendapat keuntungan

Masyarakat rentan terhadap kondisi pariwisata yang fluktuatif. Sebagai konsekuensinya, wisatawan dan masyarakat lokal dapat membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan pelayanan, makanan-minuman, bahan bakar, penginapan dan lainnya.

  • Sosial Budaya

Pengaruh perilaku wisatawan akan cenderung diikuti oleh masyarakat desa. Keberadaan wisata di suatu desa akan memberikan perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat desa itu sendiri. Karena memang tamu yang datang tidak hanya membawa hal-hal bersifat materiil, melainkan juga kebiasaan dan kebudayaan baru.

  • Lingkungan

Terjadinya kerusakan lingkungan, tangan-tangan jahil wisatawan yang tidak bertanggung jawab. Polusi udara juga meningkat seiring banyak kendaraan wisatawan yang banyak datang. Pembangunan fisik infrastruktur wisata pun mau tidak mau akan berimbas pada kondisi lingkungan.

  • Sosial Masyarakat

Keramaian yang terjadi tentunya juga akan menjadi kesempatan “problematika” baru muncul. Misalnya seiring ramainya kunjungan para wisatawan yang datang, dapat memicu terjadinya kejahatan baru macam pencurian, perampokan dan pemerasan.

  • Kepadatan dan Kenyamanan

Terlalu banyaknya wisatawan akan mengganggu kenyamanan wisatawan itu sendiri dan juga masyarakat yang hidup di desa tersebut. Desa yang sebelumnya tenang dan damai “dipaksa” ramai dan bejibun orang.

  • Pembangunan Berlebihan

Konsep Pembangunan terbagi menjadi dua yaitu, pembangunan yang terencana, misalnya resort, hotel, dermaga, akses jalan dan fasilitas pendukung wisata lainnya. Sedangkan, pembangunan yang tidak terencana, misalnya rumah-rumah pekerja industri wisata yang liar dan tidak terkontrol. Hal ini terjadi karena masyarakat yang sedang mencari keuntungan di sektor wisata, biasanya seringkali tidak memperhatikan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Jika tidak dikontrol dengan baik dapat mengganggu kenyamanan dan merusak lingkungan.

  • Pengaturan Dari Pihak Luar Yang Berlebihan

Biasanya pihak ketiga yang mulai masuk ke desa mempunyai pengalaman serta sumber pendanaan yang lebih banyak. Dari sini timbul kecenderungan bahwa mereka akan mengatur kegiatan pembangunan desa wisata dan dapat menekan orang lokal atau menimbulkan kesan seolah-olah orang lokal hanya sebagai peran pembantu saja. Hal ini akan berdampak tidak baik bagi kegiatan pariwisata itu sendiri karena kegiatan pariwisata tidak didukung orang lokal.

—–

Di atas merupakan fakta yang sering terjadi dalam proses pembangunan desa wisata yang menjadi catatan penting bagi setiap proses yang akan dilakukan desa menuju desa mandiri dan berdaya.

Author: Very Yudha