Desa Ngentakrejo, Inovasi BUMDesa Melalui Kerajinan Batik

0

Desa Ngentakrejo, yang dulu terkenal dengan Cendol Dawetnya, terletak di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ngantakrejo termasuk salah satu desa di Indonesia yang melakukan inovasi kaitannya dengan unit usaha Badan Usaha Milik Desa(BUMDes). Adalaah Karya Binangun Jaya, nama yang dipakai untuk BUMDes yang salah satu unit usahanya fokus pada pengembangan batik.

Batik merupakan warisan budaya leluhur Indonesia,dan diakui UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) masuk dalam warisan dunia dari Indonesia.

Secara umum, Kabupaten Kulonprogo mempunyai Batik Unggulan “Geblek Renteng”. Namun begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat warga Desa Ngentakrejo lewat karang taruna untuk melakukan inovasi. Pada 2018 lalu, kerajinan Batik yang diberi nama “Cendol Wutah” muncul sebagai hasil olah pikir dan karya masyarakat Ngentakrejo.

Batik Cendol Wutah memiliki motif bulat memanjang seperti cendol dengan warna dan perpaduan motif yang beragam. Biasanya, Batik Cendol Wutah juga memadukan cendol dengan motif Geblek Renteng khas Kulon Progo. Hal tersebut menandakan bahwa motif Cendol Wutah khas Ngentakrejo adalah bagian dari Kabupaten Kulon Progo.

Melalui pemerintah desa, kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Pemuda Desa kemudian diwadahi dalam salah unit usaha BUMDesa. Unit usaha yang dimiliki BUMDes Karya Binangun Jaya terdiri dari Unit Simpan Pinjam Keuangan dan Unit Pertokoan Desa. Terkhusus pada Unit Usaha Pertokoan Desa, berisikan berbagai aktivitas membatik, mulai dari teknik menggambar, mencelup dan mengeringkan batik.

Dalam menyebarkan cerita baik seputar aktivitas desa (khususnya BUMDes), Pemerintah Desa Ngentakrejo memanfaatkan media maya untuk publikasi informasi kepada publik. Informasi yang disediakan mulai dari data desa, produk hukum desa hingga pengaduan warga desa. Dari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memberikan penghargaan kategori Kinerja Terbaik Satu BUMDes “Best Practice dan Good Practice” untuk Desa Ngentakrejo.

Inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Ngentakrejo merupakan salah satu bukti sebuah desa mampu mengembangkan desanya mandiri dan berdaya guna menunjang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Sinergi apik dari perencanaan partisipatif pemerintah desa dan peran aktif warga menjadi salah satu contoh bagi-bagi desa di Indonesia yang sedang berupaya mengembangkan desa.

Author: Very Yudha