Desabisa.com Goes to Jarangan

0

Pasuruan- Dalam pengembangan potensi wisata dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengeksplorasi pengetahuan dan sumber daya yang dapat menunjang pengelolaan wisata. Hari ini Desa Jarangan yang berada di Pasuruan sedang berupaya mengembangkan wisata mangrove-nya. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Masyarakat di Desa Jarangan mengeluhkan kurangnya pengetahuan terkait pengelolaan sosial media. Padahal media sosial dinilai memiliki peran penting dalam sounding kekhasan wisata mereka. Apalagi beberapa waktu lalu akun sosial media yang telah mereka buat sempat bermasalah sehingga mengharuskan mereka memulai kembali dari nol.

Pada tanggal 21 Desember 2019 tim desabisa.com berkunjung ke Desa Jarangan dalam rangka menanggapi kebutuhan masyarakat setempat. Tim desabisa.com memberikan pelatihan terkait penggunaan sosial media terutama instagram dan facebook. Kedua sosial media tersebut dianggap menjadi wadah yang efektif untuk menyebarluaskan informasi terkait potensi wisata di Jarangan. Oleh karena itu pelatihan penggunaan sosial media pada masyarakat Jarangan dinilai cukup penting.

Tim Desabisa menjelaskan tentang media sosial

Tim desabisa.com juga memberikan pelatihan desain grafis melalui aplikasi photoshop. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat Jarangan untuk lebih mandiri dalam mendesain banner maupun logo. Mereka ingin meminimalisasikan pengeluaran dengan tidak lagi menyewa orang ketika membuat banner maupun logo. Tim desabisa.com pun membantu masyarakat Jarangan untuk mengenali fitur-fitur photoshop dan mengaplikasikannya langsung dalam pembuatan banner. Proses belajar memang tidak bisa instan, tetapi menyalurkan semangat pada masyarakat Jarangan untuk tidak pantang menyerah turut menjadi tugas tim desabisa.com.

BACA :  Infografis : Kebijakan Pengalokasian Dana Desa Tahun 2020

Berbagi dan belajar seputar dunia design

Setelah memberikan pelatihan serta sharing tentang penggunaan media sosial dan photoshop, tim desabisa.com dengan peserta pelatihan tidak lupa mencicipi makanan khas Jarangan, seperti udang,kepiting serta bandeng yang sangat nikmat. Selanjutnya tim diajak oleh masyarakat untuk mengunjungi hutan mangrove yang telah menjadi tempat wisata itu dengan menggunakan perahu, perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam. Hutan mangrove menyuguhkan wisata alam serta wisata edukasi, yang sangat cocok untuk menjadi agenda liburan selanjutnya. (yay/pab).

Author: PutriAb