Mengenal Geowisata

1

Geowisata (Geoturism) berasal dari kata “geo” yang artinya bumi dan “tourism” yang artinya wisata. Geowisata merupakan suatu jenis pariwisata berkelanjutan dan bersifat konservasi berkaitan dengan jenis-jenis sumber daya alam (bentuk bentang alam, batuan/fosil, struktur geologi, dan sejarah kebumian) suatu wilayah dalam rangka mengembangkan wawasan dan pemahaman proses fenomena yang terjadi di alam.

Kenampakan geologis permukaan bumi pada setiap wilayah berbeda-beda dengan ciri khasnya masing-masing. Rangkaian bentang alam yang indah dan unik terbentuk dari jenis-jenis patahan (sesar) atau tumpukan lempeng.

Perbukitan kerucut, goa bawah tanah, air sungai bawah tanah, danau alam, danau vulkanik, mata air, pantai karang, telaga, pegunungan dengan landscape dan hawa sejuknya, gunung berapi yang tidak aktif maupun masih aktif, bentuk tekstur dan struktur batuan yang beragam, gua-gua kars dihiasi ornamen kalsit seperti stalakmit dan stalaktit.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Geowisata antara lain:

  • Geologically Based (Berbasis Geologi)

Area objek geowisata merupakan bentukan hasil proses geologi. Unsur yang menjadi daya tarik wisata berupa jenis batuan, kandungan mineral, kondisi tanah dan hal lain yang berkaitan dengan geologi.

  • Suistainable (Berkelanjutan)

Kelestarian, keunikan dan keindahan objek geowisata harus terjaga yaitu dengan pengelolaan berkelanjutan (bertujuan untuk generasi masa depan). Aspek yang didahulukan adalah pada perawatan dan pengembangan. Banyak mineral-mineral berharga yang ditemukan pada objek geowisata sehingga memicu oknum yang serakah dan tidak bertanggung jawab untuk mengeksploitasi dan merusak lingkungan di sekitarnya. Selain berkelanjutan, juga menerapkan prinsip ekowisata dengan mempromosikan konservasi dan memperluas budaya serta sejarahnya.

  • Geologically Informative (Bersifat Informasi Geologi)

Adanya informasi berkaitan dengan sejarah terbentuknya bentukkan geologi tersebut pada objek geowisata seperti papan informasi dan peta lokasi supaya memudahkan pengunjung mengetahui proses alam yang terjadi. Diharapkan dengan adanya informasi tersebut pengunjung sadar dan peduli agar dapat menjaga keindahan lingkungan di sekitar objek geowisata.

  • Locally Beneficial (Bermanfaat Secara Lokal)

Adanya objek geowisata ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat/komunitas lokal di sekitarnya baik dari segi ekonomi, sosial, dan lainnya sehingga dapat membantu proses pembangunan di daerah tersebut agar semakin meningkat. Objek geowisata juga dapat membantu sebagai media atau sarana untuk mempromosikan suatu wilayah.

  • Tourist Satisfaction (Kepuasan Pengunjung)

Adanya objek geowisata ini selain menambah wawasan diharapkan juga mampu memberikan kepuasan lahir dan batin bagi pengunjung. Pengelolaan sarana dan prasarana yang baik, kebersihan, keamanan, serta akses menuju lokasi yang mudah sehingga membuat pengunjung merasa puas.

Author: Very Yudha