Semua yang Harus Kamu Tau tentang Desa Unik Ini, Desa Podokoyo

0

Podokoyo adalah sebuah desa wisata di Kecamatan Tosari, Pasuruan, Jawa timur. Desa ini menyuguhkan pemandangan khas Bromo yang sejuk dan tenang. Podokoyo terdiri atas 4 dusun yakni, Dusun Podokoyo, Dusun Ngawu, Dusun Jetak dan Dusun Sunogiri.

Sejarah Orang Tengger sebagai Suku Asli yang Mendiami Desa Podokoyo.

Masyarakat Tengger sampai saat ini percaya bahwa, suku Tengger adalah keturunan dari Roro Anteng dan Joko Seger. Tengger sendiri berasal dari gabungan nama keduanya.Roro Anteng dan Joko Seger adalah  sepasang suami istri yang tinggal di Bukit Lejar, dan sayangnya mereka tidak dapat memiliki keturunan. Hingga pada suatu wkatu mereka pergi bertapa dan meminta kepada  “Sang Penguasa” untuk memberikan mereka keturunan, dengan satu syarat yakni anak terakhir mereka harus di persembahkan kepada si “ Sang Penguasa” . setelah itu pasangan ini diberi anak sebanyak 25 anak, dengan Raden Kusuma sebagai anak terkahirnya.

Raden Kusuma tak kunjung dipersembahkan, karena rasa sayang Roro Anteng dan Joko Seger yang teramat, istilahnya adalah “orangtua mana yang tega”, sampai Raden Kusuma beranjak dewasa. Namun janji tetap janji, karena Raden Kusuma tak kunjung dipersembahkan, bencana terus menerus datang silih berganti. Hingga Raden Kusuma akhinrya mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Ia dipersembahkan. Rande Kusuma akhirnya mempersembahkan dirinya sendiridi Gunung Bromo dengan kerelaan hti dan tanpa paksaan siapapun. Sebelum itu, Ia berpesan “ Jika keturunanku mengingatku, berilah persembahan ke Gunung Bromo” , yang sekarang dikenal sebagai Upacara Kasada. Upacara Kasada memiliki arti mengingat kembali pengorbanan Raden Kusuma .

BACA :  Desa Ngroto Jadi Percontohan Gerakan Penanggulangan Kemiskinan

Sejarah Desa Podokoyo

Podokoyo dulunya adalah desa dipuncak gunung Bromo, lebih tinggi dari Podokoyo yang saat ini. Karena desa ini sangat tinggi, jadi angin besar sering terjadi, sehingga tidak cukup aman untuk di tinggali. Nenek Moyang konon katanya memberikan petuah kepada warga desa “nanti nek pada oleh kaya” atau “ nanti pidah kebawah”. Dari sinilah asal muasal kata Padakaya atau Podokoyo.

Disisi lain ada juga yang mengatakan bahwa Podokoyo atau Padakaya adalah nama sebuah tanaman yang banyak sekali tumbuh di desa ini, daun,batang,hingga akarnya semuanya berwarna putih. Sehingga muncullah istilah “ kaya pada” atau semuanya terlihat sama. Dua versi cerita ini, diceritakan secara turun temurun oleh para orangtua, dan dipercaya sebagai asal muasal Desa Podokoyo.

Uniknya Letak Dusun di Podokoyo

Letak dusun di Podokoyo cukup unik, karena jarak ke-empat dusunnya yang berjauhan. Ngawu yang berjarak 3-4 Km dari dusun tertua yakni Dusun Podokoyo, selanjutnya Dusun Jetak  yang berjarak 6-7 Km, dan Sunogiri yang berjarak 7-8 Km. Dusun tertua yakni Dusun Podokoyo berada di 1800 Mdpl, dengan kondisi yang lebih dingin dibandingkan dusun-dusun lain. Kondisi Dusun Podokoyo yang dingin menyebabkan bertanam jagung memakan waktu yang cukup lama untuk dapat dipanen, sekitar 9 bulan. Dulunya jagung adalah bahan makanan pokok warga Desa Podokoyo. Kondisi ini menyebabkan para petani Desa Podokoyo mencari tempat yang lebih hangat dengan turun ke wilayah yang lebih rendah yakni berada di 1400 Mdpl, sekarang wilayah tersebut bernama dusun Jetak dan Sunogiri. Di Dusun Jetak dan Sunogiri bertanam jagung hingga dapat dipanen hanya memakan waktu sampai 5 bulan, sehingga para petani membuka lahan disana, hingga akhirnya pindah dan memiliki anak serta cucu, sehingga berkembang menajdi satu dusun. Untuk Dusun Ngawu sendiri alasanya adalah tanahnya yang lebih subur dibandingkan dengan Dusun Podokoyo. Terpisahnya dusun-dusun ini tidak mempengaruhi masyarakatnya, karena mereka tetap ingin disbeut sebagai masyarakat Podokoyo.

BACA :  5 keunikan Desa Wisata Podokoyo yang Tidak Kamu Temukan di Daerah Lain

Kantor pemerintahan Desa Podokoyo berada di Dusun Jetak, sedangkan balai desa ada di Dusun Podokoyo. Pemilihan kepala desa, dan prakti demokrasi lainnya, dilakukan di Dusun Podokoyo termasuk juga diantaranya acara Slametan Desa, harus dimulai terlebih dahulu di Dusun tertua Podokoyo sebelum diselenggarakan di dusun lainnya.

Narasumber : Bapak Witono

Author: PutriAb