Sugeng Handoko, Pemuda Penggerak Wisata Gunung Nglanggeran

0

Ademe..gunung merapi purba, sing nang nglanggeran wonosari Yogyakarta.

Siapa tak kenal sepenggal lirik lagu berjudul Banyu Langit yang dibawakan Didi Kempot ini?

Namun, lebih dari itu, tahukah bahwa desa yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul ini merupakan desa wisata terbaik se Asia Tenggara 2017.

Potensi besar tentunya adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung api yang pernah aktif ini terletak pada kawasan seluas 48 hektar dan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Pada awal sebelum dikembangkan wisata, masyarakat sekitar kerap mengambil batu dan menebang pohon untuk dijual. Selain itu, tingkat urbanisasi di desa ini cukup tinggi.

Adalah Sugeng Handoko, pemuda setempat yang giat menggerakan desa wisata. Sugeng sebagai ketua karang taruna pada saat itu mengajak pemuda untuk bersama-sama mengubah persepsi masyarakat bahwa desa mereka memiliki potensi wisata. Kegiatan di Gunung Api Purba Nglanggeran dirintis melalui kegiatan trekking atau mendaki gunung. Selain itu, wisatawan bisa menikmati pemandangan batu-batu breksit-andesit raksasa atau menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari puncak gunung.

Upaya memperkenalkan potensi wisata pun dilakukan dengan mempromosikan ke sekolah-sekolah sekitar. Sugeng dan kawan-kawan merintis Pokdarwis. Mereka mulai membuka paket wisata edukasi anak sekolah, live-in dengan atraksi seperti bertani, membuat kerajinan dan berlatih kesenian lokal. Seiring berjalannya waktu mereka menawarkan paket wisata petualangan. Wisatawan bisa ikut panjat tebing, rappelling atau menuruni tebing, flying fox dan lainnya.

Pada 2014, Pokdarwis Nglanggeran mendapatkan penghasilan cukup banyak, yakni Rp 1,4 miliar. Kegiatan pariwisata di Nglanggeran ini pun berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Mereka terlibat pada pengelolaan wisata sebagai misalnya, menjaga loket, pemandu, membuka warung makan serta penginapan (homestay). Desa Wisata Nglanggeran menjelma salah satu desa berbasis ekowisata. Sebuah pengelolaan desa yang berlandaskan kelestarian dan kesejahteraan, serta erat dengan prinsip konservasi.

Pemuda memiliki peran besar dalam pengembangan desa wisata. Keberadaan pemuda menjadi benih bagi masa depan desa. Sosok Sugeng Handoko pun diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lain di luar sana.

Author: Hani Hann Hann