Tiga Strategi Tepat Memilih dan Menentukan Jenis Usaha Bumdes

0

Berdasarkan Permendesa No. 4 Tahun 2015, terdapat klasifikasi jenis usaha BUMDes yang dapat dikembangkan desa. Adapun jenis-jenis usaha tersebut meliputi (1) bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat, (2) bisnis penyewaan barang, (3) usaha perantara yang memberikan jasa pelayanan kepada warga, (4) bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang tertentu, (5) bisnis keuangan yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro, dan (6) usaha bersama sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa. 

Bagaimana strategi memilih jenis usaha BUMDes yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat?  Berikut penjelasannya!

Analisa potensi desa

Berikut tahapan dan langkah dalam melakukan analisa potensi desa:

  • Pendataan. Setiap desa dianugerahi berbagai potensi baik Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sosial budaya. Sebagai misal, desa yang dianugerahi keindahan alam dan kekayaan sosial-budaya bisa memilih jenis usaha bersama desa wisata. Untuk itu, pendataan potensi desa perlu dilakukan selengkap dan sedetail mungkin. Selain itu, penting juga melakukan pendataan jenis usaha yang sudah ada di desa maupun desa tetangga.
  • Perbandingan. Setelah data-data tersebut terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan perbandingan. Sebagai misal, perbandingan jenis usaha yang sama dengan desa tetangga atau di desa lain.
  • Pengkajian. Setelah adanya proses perbandingan, perlu dilakukan kajian atau analisa menemukan kelebihan dan kekurangan dari usaha yang sudah berjalan. Melalui proses ini diharapkan dapat memunculkan ide baru maupun celah usaha yang belum dikembangkan.

Menggali pendapat masyarakat

Selain mendata potensi di desa, penting juga melakukan penggalian pendapat dari masyarakat. Pada proses komunikasi ini, tidak menutup kemungkinan akan ada saran sekaligus keluhan dari masyarakat setempat. Masyarakat yang dimintai pendapat diharapkan juga akan memberikan dukungan moral maupun material (investasi). Masyarakat turut memikirkan kelangsungan usaha, sehingga saat terjadi kendala mampu memberikan solusi.

Mengadopsi usaha Bumdes yang telah sukses

Ini bisa dilakukan dengan cara menyusun jenis usaha BUMDes dari desa lain yang telah sukses. Studi banding ke BUMDes bisa dilaksanakan sebagai upaya penggalian yang mendalam. Hasil studi banding tidak serta merta diterapkan, namun tetap ada proses pengkaijan. Sebagai misal, memperhatikan persaingan jenis usaha dengan desa tetangga.

Tiga strategi di atas dapat digunakan dalam memilih dan menentukan jenis usaha BUMDes. BUMDes sebagai institusi ekonomi berbasis kerjasama dan gotong royong diharapkan mampu memperkuat ekonomi dan mensejahterakan masyarakat desa.

Author: Hani Hann Hann