Pendekatan RRA (Rapid Rural Apprasial)

0

Pembangunan desa mandiri dan berdaya membutuhkan teknik pendekatan yang tepat dan akurat. Dalam konsep pemberdayaan masyarakat, terdapat beberapa pendekatan yang bisa digunakan, salah satunya adalah RRA (Rapid Rural Apprasial) dengan tujuan membangun kemandirian masyarakat desa.

RRA adalah suatu metodologi kuat untuk penelitian pembangunan masyarakat desa. Teknik RRA memerlukan komunikasi berbicara secara ekstensif dan secara informal dengan orang perdesaan dan untuk mengamati kondisi-kondisi lokal sosial dan budaya. Selain itu, RRA digunakan untuk memperoleh informasi didalam waktu cepat, hemat biaya, akurat dan mendalam, sebagai basis untuk perencanaan pembangunan dan tindakan.

Menurut Somesh Kumar (1991), RRA dapat diringkas dalam dua kata, yaitu Real dan Learn yang mencakup aspek-aspek berikut:

  • Menghormati masyarakat
  • Mendorong masyarakat untuk mengeluarkan dan berbagi gagasan atau pendapat
  • Mengajukan pertanyaan
  • Mendengar dengan penuh perhatian
  • Membuat catatan

Konsep RRA memiliki konsep dasar yaitu;

  • Perspektif sistem
  • Triangulasi dari pengumpulan data
  • Pengumpulan data dan analisis secara berulang-ulang

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam RRA, yaitu:

  • Efektivitas dan efisiensi, kaitannya dengan biaya, waktu, dengan perolehan informasi yang dapat dipercaya yang dapat digunakan dibanding sekadar jumah dan ketepatan serta relevansi informasi yang dibutuhkan
  • Hindari bias, melalui: introspeksi, dengarkan, tanyakan secara berulang-ulang, tanyakan kepada kelompok termiskin
  • Triangulasi sumber informasi dan libatkan tim multi-disiplin untuk bertanya dalam beragam perspektif
  • Belajar dari dan bersama masyarakat
  • Belajar cepat melalui eksplorasi, cross-check dan jangan terpaku pada bekuan yang telah disiapkan.

Teknik Untuk Melakukan RRA

  • Menentukan responden yang berasal dari masyarakat yang akan diwawancarai.
  • Dilakukan dengan wawancara kepada masyarakat secara acak dan menempatkan responden untuk lebih aktif dalam wawancara semi terstruktur. Diupayakan saat melakukan wawancara menghindari keterlibatan tokoh masyarakat, perangkat desa dengan tujuan mencari kebenaran informasi yang didapat lebih maksimal.
  • Teknik penggalian informasi yang kreatif saat wawancara, tujuannya masyarakat tidak merasa jenuh ketika di wawancara. Dan menghindari pertanyaan yang mungkin sensitif bagi responden.

Dari penjelasan diatas, pendekatan RRA perlu kiranya dikombinasikan dengan pendekatan yang lainnya, seperti PRA (Participatory Rural Appraisal) untuk mendapatkan hasil maksimal terkait kondisi desa terkini. Dan pendekatan lainnya adalah CBT (Community Based Tourism) dapat menjadi kombinasi dalam konsep pemberdayaan masyarakat desa.

Terlebih dengan adanya UU (Undang-Undang) Desa, sekarang Desa sedang membangun inovasi-inovasi baru, seperti pengembangan wisata desa, ekonomi kreatif produk unggulan desa dan BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Author: Very Yudha