Mengenal Konsep Community Based Tourism

0

Community Based Tourism (CBT), biasa juga disebut sebagai pariwisata berbasis masyarakat. Secara konseptual, prinsip dasar CBT adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataa. Sehingga, manfaat kepariwisataan sebesar-besarnya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Konsep CBT digunakan oleh para perancang, pegiat pembangunan pariwisata, strategi untuk memobilisasi komunitas untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan pariwisata. Tujuan yang ingin diraih adalah pemberdayaan sosial ekonomi komunitas dan meletakkan nilai lebih dalam pariwisata, khususnya kepada para wisatawan.

Menurut Isnaini Mualissin (2007) Konsep Community Based Tourism memiliki beberapa prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan sebagai Tool Community Development bagi masyarakat lokal, yakni:

  • Mengakui, mendukung dan mempromosikan pariwisata yang dimiliki masyarakat
  • Melibatkan anggota masyarakat sejak awal dalam setiap aspek
  • Mempromosikan kebanggaan masyarakat
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
  • Memastikan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam
  • Mempertahankan karakter dan budaya unik
  • Meningkatkan pembelajaran lintas budaya
  • Menghormati perbedaan-perbedaan kultural budaya dan martabat sebagai manusia
  • Membagikan manfaat keuntungan secara adil diantara anggota masyarakat
  • Memberikan kontribusi persentase pendapatan yang tetap terhadap proyek masyarakat

Selain itu, CBT akan melibatkan pula masyarakat dalam proses pembuatan keputusan dan dalam perolehan bagian pendapatan terbesar secara langsung dari kehadiran para wisatawan. Dengan demikian akan dapat menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan membawa dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan budaya asli desa. Dan pada akhirnya diharapkan akan mampu menumbuhkan jati diri dan rasa bangga dari penduduk setempat yang tumbuh akibat peningkatan kegiatan pariwisata.

Dapat dikatakan bahwa CBT merupakan konsep ekonomi kerakyatan yang riil, yang langsung dilaksanakan oleh masyarakat dan hasilnya langsung dinikmati oleh masyarakat. Konsep ini lebih mementingkan dampak pariwisata terhadap masyarakat dan sumber daya lingkungan. CBT muncul dari strategi pengembangan masyarakat, dengan menggunakan pariwisata sebagai alat untuk memperkuat kemampuan organisasi masyarakat pedesaan yang mengelola sumber daya pariwisata dengan partisipasi masyarakat setempat.

Meski muncul dari masyarakat, CBT tidak seutuhnya menjadi solusi yang sempurna untuk masalah masyarakat. Jika sembarangan diterapkan, CBT bisa menimbulkan masalah dan membawa bencana. Oleh karena itu, komunitas harus pandai-pandai dalam memilih dan berhati-hati. Selain itu, harus dipersiapkan semuanya secara memadai sebelum mengoperasikan CBT agar sesuai untuk pengembangan CBT. Yang lebih penting lagi, masyarakat harus memiliki kekuatan untuk memodifikasi atau menangguhkan CBT agar tidak melampaui kapasitas pengelolaan masyarakat atau membawa dampak negatif yang tidak terkendali.

Author: Very Yudha