Menelisik Pariwisata 4.0, Tren Pembangunan Pariwisata Dunia

1

Jika sebelumnya kita mendengar istilah revolusi industri 4.0, ada pula pariwisata 4.0. Apakah  itu? Pariwisata 4.0 atau Tourism 4.0 adalah sebuah tren pengembangan wisata berbasiskan teknologi komputer modern. Pariwisata ini akan memanfaatkan pemrosesan data besar (big data). Hal ini dapat ditengarai dari laman kelas dunia yang telah menghimpun data, informasi serta pengalaman pengguna terkait tempat dan wisata.

Hal ini bisa kita telisik pada penggunaan Google Maps. Ketika mencari suatu lokasi restoran atau tempat wisata melalui peta ini, misalnya, kita akan memperoleh informasi, foto, video serta ulasan dari para pengguna. Ulasan ini dapat berupa kesan dan cerita pengalaman mereka setelah berkunjung ke tempat tersebut.

Lalu, siapa mayoritas pengguna ini?

Mereka adalah generasi muda yang tergolong pada Generasi Y, yakni kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997 dan generasi setelahnya Generasi Z. Kedua generasi ini merupakan generasi muda yang intens dengan kegiatan digital informasi. Mereka cenderung mencari referensi untuk membeli atau menggunakan jasa melalui dunia maya sebelum beranjak ke dunia nyata.

Dalam dunia pariwisata, beberapa kebutuhan akomodasi seperti penginapan, transportasi dan beberapa lainnya difasilitasi berbagai aplikasi yang mudah, cepat dan memenuhi kebutuhan. Belum lagi, salah satu platform digital yang menyedot perhatian publik generasi ini adalah media sosial Instagram. Kecenderungan mereka membagikan aktivitas kehidupan nyata di dunia maya, menjadikan mereka eksis. Berbagai foto, instastory, maupun video diunggah di Instagram dengan menuliskan caption dan tagar yang menarik juga menentukan seberapa besar like yang terjaring.

Negara Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam upaya go digital pariwisata. Dalam hal ini Kementerian Pariwisata tengah merencanakan pengembangan Pariwisata  4.0 baik pada aspek infrastruktur maupun SDM pariwisata. Contoh negara yang telah menerapkan pariwisata 4.0 ini adalah Spanyol. Pada tahun 2017, Spanyol menduduki peringkat kedua jumlah wisata dari mancanegara hingga mencapai 82 juta. Adapun kontribusi sektor pariwisata Spanyol mencapai 15% GDP, serta menyerap 15% tenaga kerja mencapai lebih dari 2,8 juta.

Dalam konteks Indonesia saat ini, bagaimana peran generasi muda sebagai pelaku atau konsumen pariwisata 4.0?

Author: Hani Hann Hann

1 KOMENTAR