Gunung Kawi, Destinasi Wisata Religi dan Budaya khas Wonosari

0

Desa Wonosari adalah salah satu desa yang terletak di sekitar lereng selatan Gunung Kawi. Gunung Kawi secara administratif terletak di kecamatan Wonosari kabupaten Malang. Sejak 1970-an, Desa Wonosari telah banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan dikenal dengan sebutan Gunung Kawi. Disana juga dimakamkan dua ulama besar yaitu Eyang Kyai Zakaria (Eyang Jugo) dan Raden Mas Imam Soedjono.

Sebagai desa wisata yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Malang, Desa Wonosari terus berupaya mengembangkan desa wisata Gunung Kawi. Upaya pengembangan wisata Gunung Kawi salah satunya adalah ritual Satu Suro yang awalnya hanya ritual tahunan kini telah dikemas menjadi satu rangkaian kegiatan menarik tanpa mengurangi esensi ritual. Ritual ini hanya ada di Gunung Kawi desa Wonosari dengan ciri khasnya sendiri.

Ada keunikan tersendiri dari ritual Satu Suro di Gunung Kawi, salah satunya tumpeng yang ditempatkan di wadah yang dihias dalam berbagai bentuk yang menggambarkan keinginan masyarakat diiringi dengan musik dan tari merupakan ciri khas ritual Gunung Kawi. Selain itu juga ada ruwat pembakaran sangkala yang merupakan simbol pemusnahan angkara murka dengan harapan agarterhindar dari segala marabahaya.

BACA :  Desaku Berprestasi, Inovasi Perpustakaan Desa Sukosari

Sebagai respon dari banyaknya kunjungan wisatawan, masyarakat menangkap dengan mengintegrasikan wisata religi dengan menciptakan inovasi wisata. Destinasi baru secara swadaya yang diinisiasi di antaranya adalah Agrowisata Selu Tumpeng petik jambu dan pemandian Selo Agung. Agrowisata petik jambu selain menawarkan petik jambu juga menawarkan spot foto khas yang berlatar pemandangan gunung yang eksotik. Pemandian Selo Agung menawarkan sensasi khas suhu pegunungan dengan air yang gemericik mengalir.

Pada 2017, Kementerian Pariwisata mengadakan Festival Pesona Gunung Kawi dalam rangka memperingati satu suro sekaligus memperingati wafatnya Eyang Djugo (Kyai Zakaria) ke 151 dan haul ke 146 RM Imam Soedjono. Di acara tersebut terdapat berbagai macam ragam rangkaian kegiatan yaitu festival kuliner olahan ketela, pameran produk unggulan, festival cipta tari khas Gunung Kawi, wayang kulit, kirab budaya dan ritual satu suro.

Wisata Gunung Kawi kini telah menyerap cukup banyak wisatawan yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa setempat ke depan terus melakukan pemeliharaan dan pelestarian destinasi wisata dan pengembangan potensi seni kreatif wisata Gunung Kawi Desa wonosari.

Author: Mabrur